UFC FN 111: Holly Holm vs. Bethe Correia
Another beautiful head kick KO!
UFC FN 111: Holly Holm vs. Bethe Correia
Another beautiful head kick KO!
wtf….I can’t even walk without tripping how she do that……
this is so beautiful
We live on a mountain, right at the top / There’s a beautiful view from the top of the mountain / Every morning I walk towards the edge and throw little things off: Like car-parts, bottles and cutlery or whatever I find lying around / It’s become a habit, a way to start the day
I go through all this before you wake up / So I can feel happier to be safe up here with you - 3xIt’s real early morning, no-one is awake / I’m back at my cliff, still throwing things off / I listen to the sounds they make on their way down / I follow with my eyes ‘til they crash / Imagine what my body would sound like slamming against those rocks / When it lands, will my eyes be closed or open?
Mungkin teman-teman banyak yang belum mengetahui kalau lagu Hyper-Ballad ini dinyanyikan pertama kali oleh Björk, bukan Mocca. Nggak percaya? Coba tanya @menjalin, yang menyangka ini lagu Mocca. Ada saksinya juga: @jambangcosmic, @pemudabiasa dan @congferi–yang kemarin hari minggu kita berlima tidur sekamar-seranjang. *yawla* *maaf, no pap bukan berarti hoax*
Tapi memang versi Mocca lebih badai daripada versi aslinya, ya menurut saya sih begitu. Ada lagi versi yang badai juga, tapi ya tetap masih badai punya Mocca. Coba search di Soundcloud: Euphoria and The Lazy Boy, juga Agata Warda–kalau mau study banding :D
Oke, sedikit cerita ya. Dan kebetulan, pertama kali saya mendengar lagu ini adalah ketika saya berjalan menuju puncak gunung Andong (iya, gunungnya pendek, gapapa, yang penting gunung lah)–yang diperkenalkan teman saya, namanya Mas Choirul Sani, tapi biasa dipanggil Mas Yuyun Gondrong. Buat yang di Semarang, mungkin sering dengar nama mas gondrong ini. Iya, blio salah satu komika lokal Kota Semarang–yang ternyata juga kenal sama @pecahanhati dan @renggafebrian (teman @kitajateng juga, yang bikin duo 2SPR). Oh, begitu sempit dunia ini.
Oh ya, udah tau 2SPR? Belum? coba klik ini. Weekend nanti, akan ada track baru dari kami. Pantengin yak! *digampar rambo*
Tapi intinya: saya jatuh cinta sama lagu ini. Saya jatuh cinta sama liriknya! Terutama di bait kedua bagian akhir dan reff. Bisa dilihat di atas. Sekilas dibaca, hati saya bergetar, lirik lagu ini seperti puisi yang menyajikan sebuah kontemplasi: tentang keinginan untuk bunuh diri.
Dan untuk menutup postingan random kali ini, saya akan coba menerjemahkan lirik lagu Hyper-Ballad dengan versi saya. Sekali lagi, terjemahan lirik lagu ini adalah versi saya–yang memaknai lirik lagu ini sebagai sebuah kontemplasi tadi.
kita tinggal di sebuah gunung, tepat di puncaknya / terlihat pemandangan yang cantik dari atas sini / setiap pagi aku berjalan menuju tepinya–untuk melempar benda-benda kecil: benda-benda yang menyerupai onderdil mobil, botol-botol, sendok-garpu atau apapun yang kutemukan tergeletak / –yang menjadi kebiasaanku: caraku untuk mengawali hari
kulakukan semua itu sebelum kaubangun / hingga aku bisa merasa lebih bahagia dan aman–di atas sini: bersamamu
subuh ini, tak ada yang terjaga selain aku / aku datang lagi ke tebing itu: tebing milikku–masih melempar benda-benda itu / kudengarkan suara yang mereka ciptakan ketika meluncur jatuh / kuikuti dengan mataku–kutatap hingga benda-benda itu sampai di bawah dan berserakan / lalu kubayangkan: bagaimana jika suara itu adalah suara tubuhku–yang menabrak batu-batu / dan ketika jatuh–apakah mataku masih terbuka, atau terpejam?
Vía @41Strange
